Materi Pelajaran

MATERI PCPT 3

Posted on: 22 November 2008

Berikut ini saya berikan rangkuman materi tambahan PCPT 3 untuk kelas 3TMO. Silahkan di blok, lalu di copi dan paste di word. Tidak usah didownload, karena materinya tidak saya upload. Jadi langsung dibaca saja atau di copi.
Sebelum kalian mengopi materi ini. Lihat paling bawah! Silahkan diisi dulu Komentarnya.
Nama, Surat/email ( kalau punya ), website ( kalau punya ) dan komentar ( Pada kotak yang paling besar ). Setelah selesai klik Kirim Komentar.
* TRANSMISI OTOMATIS *
Transmisi otomatis adalah kopling dan transmisi yang bekerja secara otomatis. Terdiri dari 3 bagian:
1. Torque converter
2. Planetary gear unit
3. Hydraulic control unit
Torque converter fungsinya sebagai kopling otomatis dan memperbesar momen. Terdiri dari pump impeller, turbine runner dan stator. Stator terletak diantara impeller dan turbine. Torque converter diisi dengan ATF ( Automatic Transmission Fluid ), momen dipindahkan dengan aliran fluida.
Perpindahan Momen
Mesin > pompa impeller > turbin runner > transmission
RODA GIGI PLANETARY
Roda gigi planetary menerima gerak dari turbin runner di dalam torque converter dan berfungsi sebagai pembantu transmisi. Roda gigi planetary terdiri dari 3 roda gigi ( ring gear, pinion gear dan sun gear) dan planetary carrier. Roda gigi input, output dan stasionery dibuat untuk memindahkan dan membalikkan momen mesin.
SISTEM PENGONTROL HIDRAULIS
Berfungsi untuk memindahkan secara otomatis dan menghubungkan roda gigi input, output dan stationery dari roda gigi planetary dan planetary carrier sesuai kondisi jalan.

* OSKILASI BODY KENDARAAN *
1. PITCHING
adalah gerakan atau bergoyang bagian depan dan belakang kendaraan ke atas dan ke bawah terhadap titik pusat gravitasi kendaraan.
2. ROLLING
adalah gerakan bodi kendaraan pada satu sisi kanan atau kiri keatas atau ke bawah.
3. BOUNCHING
adalah gerakan naik turunnya bodi kendaraan secara keseluruhan.
4. YAWING
adalah gerakan bodi kendaraan mengarah memanjang ke kanan dan ke kiri terhadap titik berat kendaraan.

* DIFERENSIAL *
Fungsi :
1. Membedakan putaran antara roda kiri dan roda kanan saat berbelok
2. Mengurangi putaran poros propeller sebanyak yang diperlukan oleh poros roda.
3. Dengan perkaitan gigi pemutar dan gigi ring akan merubah arah tenaga putar poros propeller ke poros roda menjadi 90o.

Model perkaitan gigi pemutar ( ring gear ) dan gigi pinion ( drive pinion )
1. Model gigi bevel
Pada konstruksi ini, perkaitan pinion penggerak dengan ring gear berada di tengah-tengah garis pusat ( garis tengah ) ring gear.
2. Model gigi hypoid bevel
Konstruksi ini, perkaitan pinion penggerak dengan ring gear berlaku di bawah garis pusat ring gear. Kedudukan propeller bisa diperendah, tetapi tidak mengurangi jarak minimum ke tanah dan putaran diferensial menjadi tidak bergetar.
3. Model spiral bevel
Konstruksi ini, pinion penggerak berbentuk gigi spiral, putarannya halus. Proses pembuatan konstruksi ini memerlukan kepresisian dan ketelitian yang tinggi.
CARA KERJA
1. Saat Jalan lurus
Pada waktu mobil berjalan lurus maka gigi ring, bak diferensial, gigi planet, gigi sam[ping dan poros belakang akan berputar dan merupakan satu kesatuan. Dalam hal ini gigi planet dan side gear saling mengunci. Berarti kedua poros belakang akan terbawa ke dalam putaran yang dilakukan oleh gigi planet pada porosnya. Pada saat demikian jumlah putaran akan sama. Selama kendaraan berjalan lurus, poros belakang akan diputarkan langsung oleh gigi pemutar melalui ring gear, bak diferensial, poros gigi planet, gigi planet dan gigi samping (side gear). Dalam hal ini bak diferensial, gigi planet dan porosnya, gigi samping tidak berputar dan terkunci, jadi terbawa oleh putaran gigi ring.
2. Saat jalan belok
Pada waktu mobil jalan belok, maka roda belakang sebelah luar akan berputar lebih cepat dan menempuh jarak lebih jauh dibanding roda bagian dalam. Dalam hal ini roda bagian dalam tertahan berhenti sebentar maka pada saat ini gigi pemutar masih memutar gigi ring. Gigi ring dan bak diferensial membawa poros gigi planet dan gigi planet ke dalam putaran dan berusaha untuk membawa gigi samping ke dalam putaran. Gigi planet tidak dapat membawa gigi samping sebelah dalam ke dalam putaran karena rodanya tertahan jalan. Oleh karena itu roda sebelah luar akan berputar lebih cepat dari roda bagian dalam. Hal demikian dapat diatasi karena gigi planet dapat berputar bebas pada porosnya.
Keterangan:
gigi ring = ring gear
gigi pinion = drive pinion
gigi samping = side gear
gigi planet = diferential gear
poros gigi planet = diferential shaft
bak diferensial = diferential case
rumah diferensial = diferensial carrier
NB : Terdengar suara mendengung pada diferensial saat kendaraan berjalan, sebab penyetelan backlash antara ring gear dengan drive pinion tidak sesuai.

*TRANSAXLE *
Istilah-istilah :
FF = Front Engine Front Drive ( Mesin di depan penggerak roda depan )
FR = Front Engine Rear Drive ( Mesin di depan penggerak roda belakang )
MF = Mid Engine Front Drive ( Mesin di tengah penggerak roda depan )
4WD / FWD = Four Wheel Drive ( Keempat roda sebagai penggerak )
Transaxle adalah transmisi, kopling dan diferensial yang dijadikan satu, penempatannya di depan dengan penggerak roda depan ( FF ). Pada konstruksi ini poros propeller tidak diperlukan lagi, sehingga tenaga dari mesin langsung diberikan ke transmisi > diferensial > drive shaft > roda-roda penggerak.
Jenis kopling yang dipakai pada transaxle adalah kopling jenis diafragma ( diafragma spring ).
Keuntungan transaxle adalah :
1. Konstruksi lebih kompak, ringan dan bentuknya lebih kecil, karena diferensial, transmisi dan kopling dibuat menjadi satu kesatuan.
2. Karena diferensial ditempatkan di bawah mesin, maka lantai depan kendaraan dapat dibuat lebih rendah dan lebih lebar. Hal ini juga disebabkan panjang mesin semakin pendek.
3. Dengan tidak adanya poros propeller, maka ruangan kendaraan lebih luas, disamping itu tidak timbul getaran atau suara yang disebabkan run out poros propeller yang tidak seimbang.
4. Efisiensi pemindahan tenaga dari mesin ke roda-roda semakin tinggi, sehingga memperkecil offset dari hypoid gear.

* POROS AKSEL BELAKANG *
Dapat dibagi 3 bagian :
1. Poros yang menggerakkan roda
2. Diferensial yang memungkinkan terjadinya perbedaan putaran yang diperlukan antara roda kiri dan kanan
3. Rumah poros aksel yang berfungsi melindungi bagian-bagian poros aksel belakang.
Macam-macam Poros Aksel Belakang :
1. Sumbu ( poros ) bergerak sendiri ( Floating shaft type )
Pada tipe ini poros belakang ( axle shaft ) hanya bekerja sebagai pemutar roda dan poros itu sendiri tidak menerima beban kendaraan, karena seluruh beban dipikul oleh roda belakang dengan perantaraan pegas. Diferensial terpasang pada chasis, sedangkan tenaga putar dari diferensial dipindahkan ke roda melalui drive shaft. Ujung dari drive shaft yang berhubungan dengan roda dibuat slip joint sehingga drive shaft dapat bergerak ke kiri dan ke kanan, akibat dari turun naiknya roda pada saat berjalan.
2. Poros Memikul
Pada tipe ini mempunyai rear axle housing yang di dalamnya terdapat axle shaft, sedangkan diferensial dipasangkan pada rear axle housing. Tipe ini banyak digunakan pada kendaraan-kendaraan, karena konstruksi yang sederhana dan kuat.
Model Poros Aksel Belakang ( Rear Axle Type )
a. Model bebas memikul ( Full floating type )
Bantalan-bantalan dipasangkan di antara housing dan wheel hub, sedangkan roda dipasangkan pada hub. Pada model ini berat kendaraan seluruhnya dijamin oleh axle housing, poros roda ( axle shaft ) hanya menggerakkan roda. Dan poros tidak memikul beban, model ini sangat baik sekali, untuk pengangkutan beban-beban yang berat dan karena itu banyak digunakan pada truk-truk.
b. Tiga perempat beban memikul ( three quarter floating )
Pada axle housing model ini hanya digunakan sebuah bantalan antara axle housing dan wheel hub. Roda dipasangkan langsung pada poros roda. Hampir keseluruhan berat kendaraan dapat dipikul oleh housing. Tenaga mendatar ( lateral force ) baru akan bekerja bila kendaraan membelok dan akan bekerja pada poros ( axle shaft )
c. Setengah bebas memikul ( Semi floating )
Bantalan dipasangkan di antara rumah poros ( axle housing ) dan axle shaft ( poros aksel ) dan roda dipasangkan langsung pada axle shaft. Karena itu axle shaft memikul seluruh berat kendaraan dan juga tenaga datar ( lateral force ) mulai bekerja pada waktu kendaraan membelok.

* POROS PROPELLER *
Poros propeller terdiri dari sebuah pipa yang kedu ujungnya dipasang penghubung. Ada yang menggunakan dua sambungan ada yang tiga sambungan. Kedudukan poros propeller harus benar, dimana jari-jari harus searah letaknya.
UNIVERSAL JOINT
Fungsi : melembutkan transfer tenaga dari transfer ke diferensial. Dimana konstruksi dari universal joint dimungkinkan berputar lembut dan tidak mudah rusak.
4 macam sambungan universal joint :
1. Trunion joint
2. Hook joint ( paling banyak dipakai )
3. Flexible joint
4. Slip joint
PEMBONGKARAN, PEMERIKSAAN DAN PEMASANGAN
PEMBONGKARAN
a. Letakkan gear shift pada posisi netral
b. Bebaskan parking brake, jackup hingga roda terangkat
c. Buat marking mark pada poros propeller
d. Lepas poros propeller
e. Lepas center bearing mounting nut.
f. Lepas propeller dari transmisi
PEMERIKSAAN
a. Periksa kebengkokan poros propeller
b. Ukur run out propeller
c. Periksa universal joint
d. Ukur joint turning torque
e. Ukur jurnal-jurnal axial play
PENGGANTIAN UNIVERSAL JOINT
MEMBONGKAR
a. Buat mating mark pada yoke dari universal joint
b. Lepas snap ring dari yoke
c. Tekan journal bearing
d. Keluarkan journal bersama yoke
PEMASANGAN
a. Beri grease pada universal joint kit
b. Tekan journal bearing, pasang pada yoke.
c. Pasang snap ring pada kedua sisi yoke
d. Ukur clearance antara snap ring dan froove wall pada yoke
e. Pasang bearing pada propeller shaft yoke dan luruskan mating mark
f. Periksa joint torque
PENGGANTIAN CENTER BEARING
a. Lepas universal joint dari center yoke
b. Lepas center bearing bracket
c. Lepas bearing
PEMASANGAN
a. Berikan grease pada center bearing
b. Pasang center housing
c. Pasang center yoke
Pasang poros propeller
PEMASANGAN PROPELLER PADA KENDARAAN
a. Pasang propeller pada diferensial
b. Ukur sudut universal joint
c. Pasang spacer

** SELAMAT BELAJAR, SEMOGA SUKSES **

About these ads

1 Response to "MATERI PCPT 3"

langkah bongkar pasang transmisi otomatisnya mana,, butuh banget nich bwt bikin jobsheet !!!
thankz y0w aq dah biza nyicil j0bsheet,,

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Cara hubungi kami :

Tulis pertanyaan pada halaman pertanyaan Kirim Email ke : ekokustri@gmail.com Sms : 085726333337 Chatting

Mau Chatting dengan Saya ?

HP Temanmu

Untuk menuju ke halaman yang berisi nomor HP teman-temanmu, silahkan masukkan passwordnya ! Untuk mendapatkan password sms ke 085726333337 sertakan nama dan kelas. Setelah mendapat password Klik Disini

Yang baru datang

Yang Sudah Main Kesini

November 2008
M S S R K J S
« Okt   Des »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: